![]() |
| Beraniberbisnis.Com |
Tempe sering bahkan tiap hari kita jumpai dalam keseharian untuk melengkapi makanan yang dihidangkan dirumah, rumah makan, seprti Warteg,Lesehan,Warung Kopi yang dibuat Gorengan bahkan Hotel berbintangpun menyediakan Menu tempe yang sudah diolah sedemikian rupa dan rasa .
Dengan bahan dasar Kedelai makanan ini sangat diminati masyarakat Indonesia bahkan turis asing.
Tempe di Indonesia di jandikan bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat Indonesia .Sebagai bisnis pribadi ,perumahan dan usaha bisnis dengan skala besar seperti pabrik.
Dalam bisnis rumahan biasanya dilakukan oleh tenaga perorangan yang masih menggunakan alat manual.
Dalam pembuatannya ada tahap-tahap khusus yang harus dilakukan sahabat bisnis.
Untuk memperoduksi Tempe bahan yang harus disediakan adalah Kedelai,Kedelai ada beberapa jenis terdiri dari :
- Kedelai Kuning
- Kedelai Hitam
- Kedelai Coklat
- Kedelai Hijau
Bagi para pengrajin tempe biasanya mamilih bahan baku kedelai uatama yang warna kuning.adapun jenis lain warna hitam
Untuk menghasilkan Tempe yang bagus dan berkwalitas Kedelai harus mempunyai syarat :
- Bebas dari sisa tanaman dan kotoran ( daun ,kerikil,atau campuran lainnya)
- Biji kedelai tidak ada cacat / luka.
- Kulit kedelai cerah dan tidak keriput.
Bahan Baku
Bahan Baku tempe sangat mudah didapat,cukup datang ke pasar tradisional untuk membelinya atau dari pengepul kedelai yang berada di pasar - pasar.
Dalam pemilihan sebelum membeli pastikan harus dipilih dengan kwalitas yang kita inginkan,perhatikan bentuk,corak dan bentuknya.
Peralatan dan cara Memproses pembuatan sangat mudah :
1. Biji kedelai yang telah dipilih/ dibersihkan dari kotoran,dicuci dengan air yang bersih selama 1 jam.
2. Setelah bersih,kedelai direbus dalam air selama 2 jam.
3. Kedelai direndam 12 jam dalam air panas/hangat bekas air rebusan supaya kedelai mengembang.
4. Setelah itu kedelai direndam dalam air dingin selama 12 jam.
5. Stelah 24 jam direndam dalam air panas dan dingin , kedelai di cuci dan dikuliti.
6. Setelah dikupas kedealai di rebus, gunanya untuk membunuh bakteri yang mungkin masih tumbuh,.
7. Kedelai di ambil dari tempat rebusan atau dandang dan tiriskan di tempat yang sudah disediakan sampai kering ( habis airnya).
8.Kedelai di campur dengan Ragi 2% guna mempercepat /perangsangan jamur. proses ini memakan waktu 20 menit. Tahap peragian ( fernmentasi) adalah tahap penentu keberhasialn membuat tempe kedelai.
9.Kalau campuran bahan fermentasi kedelai sudah rata, campuran tersebut cetak di loyang atau cetakan kayu dengan lapisan platik atau daun dan akhirnya di pakai sebagai pembungkus.
Sebelumnya plastik di lobangi/di tusuk - tusuk untuk memberikan udara supaya jamur yang tumbuh berwarna putih.Pembungkusan tersebut memakan waktu 3 jam . di usahaka pembungkus menggunakan daun pisang atau daun jati, karena kalau menggunakan plastik, tempe akan cepat membusuk.
10. Setelah di bungkus , taruhlah di Rak dan kemudian ditutup selama 24 jam.
11. Swtelah 24 jam , tempe di ambil dan di angin anginkan selama 20 jam. stelah itu tempe siap jual.
12. Untuk tempe yang akan di Export , usahakan di bekukan menggunakan kemasan yang di taruh di tempat pendingin.
Dan tempe siap di pasarkan di perumahan, pasar, supermarket,dan di berbagai toko lainnya, dengan kwalitas siap export.
Keuntungan yang didapat dalam bisnis ini sangat menguntungkan, sahabat bisnis. berikut contoh kalkulasi Modal dan keuntungan.
Pemasukan:
850 tempe x Rp 3.000,00 x 30 hari = Rp 7.650.000.00
Pengeluaran :
Kedelai : 5 kg x Rp 30.000 x 30 = Rp 4.500.000.00
Ragi Tempe : Rp 8.000.00
Operational :
Bahan bakar = Rp 150.000
Daun Pisang & Koran : Rp 7.500 x 30 = 225.000
Total pengeluaran : Rp 4.883.000
Keuntungan :
Rp 7.650.000 - Rp 4.883.000 = Rp 2.767.000
Keuntungan yang sangat fantastis bukan,,,,,
Bgaimana sahabat bisnis, tertarik.... Selamat Mencoba...
(Fandi/Beraniberbisnis.Com)







No comments:
Write comments