Saturday, 21 March 2015

Indonesia di Mata Investor dan Pemerintah Spanyol

Pemerintah Spanyol kembali memasukan Indonesia sebagai pasar yang dinamis dan potensial. Bahkan CEO Airbus Defense & Space Domingo Urena Raso menyampaikan pengalaman positif perusahaannya berbisnis dengan Indonesia sejak 1975.


Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso dalam Forum Investasi Infrastruktur bertema La infrastructura como platforma de despugue: Parte de la Conectividad de ASEAN
(Infrastruktur sebagai Landasan: Bagian dari Konektivitas ASEAN) di Madrid (16/3/2015).

Forum ini bagian dari kegiatan Kedubes negara-negara ASEAN di Madrid dalam rangka peluncuran pembentukan ASEAN Madrid Committee untuk lebih memperkenalkan ASEAN kepada masyarakat Spanyol.

"Pemerintah Spanyol telah memasukkan Indonesia dan beberapa negara sebagai pasar non-tradisional yang dinamis dan potensial," ujar Dubes.

Indonesia tepatnya masuk ke dalam Rencana Strategi Internasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Spanyol 2014-2015 yang dirancang oleh Kementerian Ekonomi & Daya Saing Spanyol dan diluncurkan pada Februari 2014.

Bahkan dalam seminar “Rencana Strategi Internasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Spanyol 2015” yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi & Daya Saing Spanyol (Januari 2015), pemerintah Spanyol kembali memasukkan Indonesia sebagai pasar yang dinamis dan potensial.

Dalam seminar ini, selain CEO Airbus Defense & Space yang menyampaikan pengalaman perusahaannya berbisnis dengan Indonesia, juga Raja Felipe VI memberikan sambutan kunci dan sambutan penutup oleh PM Mariano Rajoy, menunjukkan bobot seminar ini Sekretaris Negara bidang Perdagangan Jaime Garcia-Legaz yang menyusun Rencana Strategi tersebut mengatakan bahwa pemerintahnya menyiapkan satu paket insentif, tidak hanya dalam bentuk dana tetapi juga pendampingan, pemberian saran dan manajemen," imbuh Dubes.

Kebijakan tersebut sebagai salah satu strategi pemerintah Spanyol dalam rangka mendorong pengusaha-pengusaha Spanyol untuk berani masuk ke pasar non-tradisional. Selama in mereka lebih familiar dengan negara-negara Amerika Selatan.

"Saat ini merupakan momentum yang sangat baik bagi Indonesia dan ASEAN untuk menarik perhatian Spanyol," tegas Dubes.

Setelah sempat terkena dampak krisis, ekonomi Spanyol sejak 2014 lalu tumbuh 1,5% dan tahun ini diprediksi terus meningkat menuju 2,1%, di atas rata-rata Zona Euro.

Forum ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada para mitra potensial di Spanyol, baik yang sudah melakukan investasi maupun yang masih mempelajari potensi Indonesia, mengenai kebijakan ekonomi pemerintahan baru Indonesia.

Dalam menyelenggarakan forum ini KBRI Madrid bekerjasama dengan Kemenhub RI, Kementerian Ekonomi & Daya Saing Spanyol, Konfederasi Pimpinan Perusahaan Spanyol dan lembaga think tank Spanyol Institut Elcano.

Dalam kaitan ini, KBRI Madrid menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Sekretaris Negara bidang Perdagangan Jaime Garcia-Legaz dan CEOE yang terus memberikan dukungan mereka terhadap Indonesia.

Sebelumnya, KBRI Madrid dengan dukungan Kementerian Ekonomi & Daya Saing dan CEOE juga telah menggelar seminar Potensi Investasi Indonesia di CEOE pada 23 Mei 2014.
 Menurut Dubes, seminar tersebut dapat dikatakan sukses tidak hanya karena dihadiri oleh sekitar 125 perusahaan Spanyol, tetapi juga karena diikuti oleh mengalirnya sejumlah perusahaan Spanyol yang berkunjung dan berinvestasi ke Indonesia.

"Ini mendongkrak nilai investasi Spanyol ke Indonesia pada 2014 sebesar USD 128 juta atau meningkat 400% dibandingkan tahun 2013 sebesar USD 30 juta. Sedangkan volume perdagangan kedua negara USD 2,4 miliar, meningkat 4% dari tahun sebelumnya dengan surplus di pihak Indonesia," pungkas Dubes.

No comments:
Write comments