Pemerintah Spanyol kembali memasukan Indonesia sebagai pasar
yang dinamis dan potensial. Bahkan CEO Airbus Defense & Space Domingo Urena
Raso menyampaikan pengalaman positif perusahaannya berbisnis dengan Indonesia
sejak 1975.
Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni
Widarso dalam Forum Investasi Infrastruktur bertema La infrastructura como
platforma de despugue: Parte de la Conectividad de ASEAN
(Infrastruktur sebagai
Landasan: Bagian dari Konektivitas ASEAN) di Madrid (16/3/2015).
Forum ini bagian dari kegiatan Kedubes negara-negara ASEAN
di Madrid dalam rangka peluncuran pembentukan ASEAN Madrid Committee untuk
lebih memperkenalkan ASEAN kepada masyarakat Spanyol.
"Pemerintah Spanyol telah memasukkan Indonesia dan
beberapa negara sebagai pasar non-tradisional yang dinamis dan potensial,"
ujar Dubes.
Indonesia tepatnya masuk ke dalam Rencana Strategi
Internasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Spanyol 2014-2015 yang dirancang oleh
Kementerian Ekonomi & Daya Saing Spanyol dan diluncurkan pada Februari
2014.
Bahkan dalam seminar “Rencana Strategi Internasionalisasi
Perusahaan-Perusahaan Spanyol 2015” yang diselenggarakan oleh Kementerian
Ekonomi & Daya Saing Spanyol (Januari 2015), pemerintah Spanyol kembali
memasukkan Indonesia sebagai pasar yang dinamis dan potensial.
Dalam seminar ini, selain CEO Airbus Defense & Space
yang menyampaikan pengalaman perusahaannya berbisnis dengan Indonesia, juga
Raja Felipe VI memberikan sambutan kunci dan sambutan penutup oleh PM Mariano
Rajoy, menunjukkan bobot seminar ini Sekretaris Negara bidang Perdagangan Jaime Garcia-Legaz yang
menyusun Rencana Strategi tersebut mengatakan bahwa pemerintahnya menyiapkan
satu paket insentif, tidak hanya dalam bentuk dana tetapi juga pendampingan,
pemberian saran dan manajemen," imbuh Dubes.
Kebijakan tersebut sebagai salah satu strategi pemerintah
Spanyol dalam rangka mendorong pengusaha-pengusaha Spanyol untuk berani masuk
ke pasar non-tradisional. Selama in mereka lebih familiar dengan negara-negara
Amerika Selatan.
"Saat ini merupakan momentum yang sangat baik bagi
Indonesia dan ASEAN untuk menarik perhatian Spanyol," tegas Dubes.
Setelah sempat terkena dampak krisis, ekonomi Spanyol sejak
2014 lalu tumbuh 1,5% dan tahun ini diprediksi terus meningkat menuju 2,1%, di
atas rata-rata Zona Euro.
Forum ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada para
mitra potensial di Spanyol, baik yang sudah melakukan investasi maupun yang
masih mempelajari potensi Indonesia, mengenai kebijakan ekonomi pemerintahan
baru Indonesia.
Dalam menyelenggarakan forum ini KBRI Madrid bekerjasama
dengan Kemenhub RI, Kementerian Ekonomi & Daya Saing Spanyol, Konfederasi
Pimpinan Perusahaan Spanyol dan lembaga think tank Spanyol Institut Elcano.
Dalam kaitan ini, KBRI Madrid menyampaikan penghargaan dan
terima kasih kepada Sekretaris Negara bidang Perdagangan Jaime Garcia-Legaz dan
CEOE yang terus memberikan dukungan mereka terhadap Indonesia.
Sebelumnya, KBRI Madrid dengan dukungan Kementerian Ekonomi
& Daya Saing dan CEOE juga telah menggelar seminar Potensi Investasi
Indonesia di CEOE pada 23 Mei 2014.
Menurut Dubes, seminar tersebut dapat dikatakan sukses tidak
hanya karena dihadiri oleh sekitar 125 perusahaan Spanyol, tetapi juga karena
diikuti oleh mengalirnya sejumlah perusahaan Spanyol yang berkunjung dan
berinvestasi ke Indonesia.
"Ini mendongkrak nilai investasi Spanyol ke Indonesia
pada 2014 sebesar USD 128 juta atau meningkat 400% dibandingkan tahun 2013
sebesar USD 30 juta. Sedangkan volume perdagangan kedua negara USD 2,4 miliar,
meningkat 4% dari tahun sebelumnya dengan surplus di pihak Indonesia,"
pungkas Dubes.
No comments:
Write comments